kartini
upacara hari senin, 21 april 2025. saya terlambat datang ditempat upacara. yah, keterlambatan saya adalah masalah yang tidak bisa saya hindari, bukan karena ingin terlambat tapi ketidak inginan menjadi pembina upacara alasan utamanya. Bukan main, saya hanya seorang honorer yang dihina pemerintah dan digaji menyedihkan oleh pemerintah di perintah untuk kerja lebih banyak ketimbang mereka berstatus abdi negara atau asn yang dijamin oleh pemerintah. sendangkan saya dihina bahkan tidak diperhatikan. lebih menyedihkannnya lagi, mereka yang berstatus aparatul sipil negara yang di jamin kehidupannya oleh pemerintah ini, enggan merasa bahwa ia adalah penanggung jawab keterlasanaan pendidikan. tapi ia merasa dirinya tidak bersalah menyuruh kami yang honorer melakukan segala macam pekerjaan untuk menutupi ketidakmampuan dirinya. kembali ketopik. hari ini adalah hari kartini. saya datang terlambat saat setelah bendera merah putih telah naik hingga ujung tiang. Pidato pembina upacara oleh kepala sekolah. menariknya kepala sekolah ini mengawalinnya dengan sejarah kartini. kepala sekolah ini mengatakan kalau kartini adalah pejuang pendidikan untuk kaum perempuan. dan dulu katanya perempuan dilarang sekolah, tapi ketika ada kartini, perempuan bisa bersekolah seperti sekarang ini. saya yang mendengar kalimat itu, hanya termenung dan berpikir apakah memang dulu seorang perempuan dilarang bersekolah sama dengan laki-laki? lalu siapa yang larang? kenapa dilarang?.muncul satu kosakata dalam pikiran saya. PATRIARKI DAN FEODALISME. eh dua kata. patriarki untuk mereka yang selalu mengatakan bahwa laki-laki dalam urusan kehidupan ini harus mendominasi daripada perempuan dan perempuan dijadikan sebagai kelas kedua setelah laki-laki. sedangkan feodalisme adalah kekuasaan mutlak yang dipegang oleh seorang untuk mengatur dan menguasai sesuai dengan apa yang ia inginkan tanpa peduli moral dan etika sebagai landasan dalam bermasyarakat. feodal cenderung kearah mengarahkan seseorang untuk menjadi seperti apa yang diinginkan dan harus dilaksanakan. jika seorang patriarki menjadi feodalisme maka perempuan hanya sebagai alat yang digunakan sesuai dengan apa yang diinginkan laki-laki dan menjadi kelas bawah. itulah sebabnya dahulu seorang Kartini adalah seorang feminis untuk mendaulatkan perempuan setara dengan laki-laki. Maksudnya setara adalah hak dan kewajibannya diberi porsi sesuai dengan kemampuan perempuan dan dianggap serta diperlakukan sama dengan laki-laki dalam urusan pendidikan terutama.
0 Response to "kartini"
Posting Komentar