Selamat Jalan Ativitis!

 


       Telah pergi dan melanjutkan perjalanan dikehidupan selanjutnya. Yah, beliau ini adalah salah seorang pejuangan bangsa dan negara. walaupun kami generasi milenal baru mengenal akhir-akhir ini, namun tidak menjadikan kami menyerah untuk mengenal  beliau yang kritis saat sebelum dan sesudah kami telah lahir didunia ini. banyak yang menceritakan ke-Kritisan beliau ini salah satunya adalah Rocky Gerung seorang filsuf Indonesia salah seorang manusia versi Socrates di Zaman Yunani Kuno. tapi itu nanti kita akan bahas dipertemuan yang akan datang. Sekarang kita bahas Alm. Rizal Ramli. beliau ini juga dikenal sebagai ahli ekonom Indonesia. pernah menjadi Menteri Ekonomi di dua periode dalam presiden yang berbeda. Gusdur dan Jokowi telah dipercayakan menjadi bagian untuk membantu membangun Indonesia. 

        Filsuf Rocky menjelaskan bahwa beliau ini adalah seorang yang kritis dan memiliki integritas dengan teori-teori ekonominya yang mampu investor yang berlindung diketiak kekuasaan menjadi takut bukan main. sakin takutnya mereka ini di periode Jokowi beliau di depak dari menteri karena para investor merasa terancam dengan gagasan-gagasan ekonomi yang akan dijalankan Alm. Rizal Ramli. 

        Bung Rocky mengenang Rizal Ramli dengan menyebutkan salah satu teorinya yang masih berlanjut dan dialami oleh bangsa kita. yaitu teori "Peng-peng", yaitu istilah yang digunakan oleh Alm untuk menyebut orang berkuasa sekaligus pengusaha. Alm selalu mengedapankan kemampuan orang dalam mengemban tugas negara sesuai dengan kapasitas untuk bekerja dan menjalankan tugas tersebut. 

        Rizal Ramli menjadi terdepan dalam memberikan kritikan kepada pengusaha atau investor yang hanya bisa menjalankan usahanya jikalau ia menempel pada penguasa. beliau menyebut mereka sebagai mental lemah karena kalau mereka seharusnya punya kemampuan untuk bersaing dan bertarung dengan investor asing. bukan hanya memanfaatkan kekuasaan untuk menjalankan usahanya. 

        Walau beliau ini begitu sangat kritis dan menyuarakan kebenaran demi bangsa dan negara ini. ternyata orang bodoh atau jahiliyah yang menyerang beliau. mereka yang seperti itu hanya mengulang perilaku orang-orang gagal dizaman dulu, dizaman pra Islam. mereka ini adalah orang yang menyerang dan menjugde yang berbeda dengan dirinya. orang-orang dizaman dulu seperti ini yang menghabisi peradaban dan menghancurkannya. mereka dulu membunuh Filsuf Socrates dizaman Yunani Kuno, para Sabahat Nabi, para Imam Besar, dan para Filsuf Modern pun dibantai habis-habisan oleh orang-orang tolol ini karena menolak kritikan dan menolak perbedaan ini. mereka menganggap jikalau perbedaan itu membuat diri dan kelompok mereka terancam dan membahayakan. jadi satu-satunya cara adalah membunuh atau setidaknya mematikan karakternya dengan cara di bully sampai mentalnya jatuh dan kehilangan jati dirinya. 

        orang-orang bodoh ini menganggap bahwa kritikan sama dengan membenci!. mereka tidak paham bahwa dibuatkannya aturan-aturan awalnya dimulai kritikan. jikalau kritikan ini dimatikan maka semua orang menjadi kacau dan hancur seperti zaman-zaman sebelumnya.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selamat Jalan Ativitis!"

Posting Komentar